Membangun Pembina dalam Gelang Ajar

Peserta acara gelang ajar saat menerima materi kepenegakan

Pramuka yang berkualitas sangat ditentukan pula oleh kualitas para pembinanya. Hal itu yang mendorong Sako SPN menggelar Gelang Ajar, sebagai pelatihan para Pembina Pramuka. Peran pembina sangat penting, Pramuka sebagai wadah pembentukan karakter harus bersiap menyiapkan Pembina yang akan mendidik para generasi muda, sebagai modal pembangunan bangsa.

“Indonesia bakal memperoleh bonus demografi pada 2020-2030. Di mana 70 persen penduduk Indonesia adalah kaum produktif. Artinya akan ada 180 juta orang berusia produktif, sementara usia tidak produktif mencapai 60 juta orang,” kata Edwin Sumiroza Ketua Pimpinan SAKO SPN.

Bonus demografi tersebut, menurut Edwin, bila tak diimbangi dengan pembentukan karakter, Indonesia tak akan memperoleh manfaat apa-apa. Justru kesejahteraan dan keadilan sosial tak kunjung datang, karena tanpa karakter akan lahir para pemimpin dan generasi bangsa yang tak memiliki kepedulian, bahkan hanya mementingkan diri sendiri.

Oleh karena itu Satuan Komunitas Sekawan Persada Nusantara (SAKO SPN) mempunyai tekad untuk membentuk dan mencetak para Pembina, yang memiliki karakter profesional dan religius yang mampu mencetak generasi yang mempunyai kepahaman agama yang kuat, berakhlak mulia, dan mandiri.

Menurut Ramdan Zafran, Dewan Muda Nasional SAKO SPN, Pembina Pramuka sebagai tenaga pendidik memegang peran strategis untuk mencapai tugas pokok tersebut, “Karena di tangan para Pembina Pramuka itulah peserta didik diberi pengetahuan, ketrampilan, dan moral yang mulia. Untuk ini maka para Pembina Pramuka harus terus meningkatkan  diri dengan bekal pengetahuan dan ketrampilan yang mutakhir sesuai perkembangan bangsa,” ujar Ramdan.

Peningkatan kualitas Pembina Pramuka, sangat erat kaitannya dengan peningkatan mutu kegiatan peserta didik, yaitu terselenggaranya kegiatan peserta didik yang bermutu yang disajikan oleh Pembina Pramuka yang bermutu pula. Salah satu cara meningkatkan kualitas pembina, dibuatlah Karang Pamitran.

Kegiatan Karang Pamitran diatur berdasarkan Keputusan Kwartir  Nasional Gerakan Pramuka Nomor 056 Tahun 1982 tentang Petunjuk Penyelenggaraan Karang Pamitran. Untuk mencapai tujuan itu SAKO SPN membuat suatu wadah latihan untuk para Pembina yang dinamakan “Gelang Ajar” — sebagai pelaksanaan Karang Pamitran. Perhelatan itu  bertujuan memperbaharui (upgrading) kualitas Pembina Pramuka.

Gelang Ajar adalah wadah pembina untuk saling menyamakan visi bagaimana cara membina, menambah pengalaman, dan penajaman pengetahuan. Selain untuk menyamakan visi, Gelang Ajar ini sebagai ajang silaturahim para Pembina Sakoda, Sakocab, dan Gudep.

Selain kegiatan Gelang Ajar di kantor DPP LDII, pertemuan ini dilanjutkan dengan technical meeting untuk persiapan kegiatan Temu Penegak Nasional yang diadakan pada 25 Agustus 2017 di Pusdiklat Senkom Mitra Polri Sawangan, Depok, Jawa Barat. Kegiatan TPN ini merupakan sarana silaturahim para Penegak dan Pendega yang berada di gugus depan dalam ruang lingkup SAKO SPN. “Pembina yang profesional adalah pembina yang terus berusaha membina dirinya,” tutup Ramdan.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*