Membumikan Pancasila dalam Gerakan Pramuka

Mahkamah Konstitusi (MK) bekerja sama dengan Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka menggelar acara “Sosialisasi Peningkatan Pemahaman Hak Konstitusional Warga Negara bagi Pembina Gerakan Pramuka”, untuk lebih meningkatkan pemahaman hak konstitusional anggota Pramuka.

Acara yang diikuti 150 perwakilan Pembina Pramuka dari seluruh Indonesia termasuk – termasuk Sako SPN tersebut — dilaksanakan di Pusat Pendidikan Pancasila dan Konstitusi, Jalan Raya Puncak No. 83, Cisarua, Bogor, pada 24-27 Juli 2017.

Kepala Pusat Pendidikan Pancasila dan Konstitusi Kak Budi Achmad Djohari mengungkapkan, pemahaman hak konstitusional bagi warga sangat penting. Pasalnya, selama ini masyarakat masih kurang memahami hak konstitusional mereka. Melalui sosialisasi ini, Pramuka diharapkan dapat berperan aktif dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat, “Ini menjadi tugas kita bersama dalam berbangsa dan bernegara,” ungkapnya.

Budi menambahkan, kerjasama sosialisasi dengan gerakan Pramuka ini dilakukan karena kepanduan merupakan organisasi, yang diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata untuk mengatasi persoalan bangsa.

“Gerakan Pramuka mempunyai nilai-nilai strategis dalam rangka membekali generasi muda agar memiliki semangat kebangsaan, kemandirian, disiplin dan bertanggungjawab. Untuk itu, Gerakan Pramuka diharapkan mempunyai kontribusi kongkret dalam mengatasi persoalan bangsa,” pungkas Budi.

Wakil Ketua Kwarnas Bidang Perencanaan, Pengembangan dan Kerjasama (Renbangma), Kak Marbawi mengungkapkan, Gerakan Pramuka menyambut baik kegiatan ini. “Kami mengucapkan terima kasih, karena Mahkamah Konstitusi telah memberikan kesempatan yang besar dan luas kepada masyarakat, termasuk para Pembina Pramuka,” katanya.

Selain pembahasan mengenai konstitusi sebagai materi utama, kegiatan ini juga diisi dengan wawasan kebangsaan serta reaktualisasi implementasi Pancasila. Marbawi menekankan agar Pembina Pramuka menghayati kembali pentingnya nilai-nilai Pancasila yang sudah tertanam sejak dulu di Pramuka.

“Pancasila dan Pramuka itu senyawa. Jadi kalau ada anggota Gerakan Pramuka, kakak-kakak pembina Pramuka masih ragu dengan Pancasila, itu nyanyi Hymne Pramuka buat apa? Kita adalah manusia Pancasila, dan Pancasila adalah ruh bangsa ini,” tegasnya. (Uki Nusi)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*