Bakar Batu di Rainas 2017

Bakar Batu merupakan salah satu tradisi penting di Papua. Bakar batu merupakan teknik memasak yang ada sejak ratusan tahun di Papua. Tradisi ini merupakan salah satu alat warga untuk berkumpul bersuka ria. Juga semacam ritual memasak bersama-sama warga sekampung yang bertujuan untuk bersyukur, bersilaturahim, menyambut kebahagiaan (kelahiran, perkawinan adat, penobatan kepala suku), atau untuk mengumpulkan prajurit untuk berperang.

Jelang penutupan Rainas pada 21 Agustus 2017, Ketua Kwartir Nasional  Adhyaksa Dault, Rioberto Sidauruk Andalan Nasional bersama Ketua Kwartir Daerah Papua Krithina RIL Mano, berkesempatan melakukan tradisi bakar batu yang umumnya dilakukan oleh suku pedalaman/pegunungan, seperti di Lembah Baliem, Paniai, Nabire, Pegunungan Tengah, Pegunungan Bintang, Jayawijaya, Dekai, Yahukimo dll.

Proses memasak ala Kwarda Papua ini adalah dengan menggunakan apando yaitu jepit kayu khusus, batu-batu yang telah panas karena dibakar api kemudian dipindahkan dan didudu di atas daun-daunan. Setelah itu dilapisi lagi dengan alang-alang. Barulah di atasnya dimasukkan daging ayam. Selanjutnya, ayam bakar tersebut ditutup lagi dengan daun-daunan.

Tak lupa setelah itu, batu-batu panas kembali diletakkan di atasnya dan dilapisi lagi dengan menggunakan rumput-rumputan yang tebal. Setelah matang kemudian disajikan dengan makan bersama-sama.. hmmm lezat bukan? Ingin mencoba? Kakak bisa datang ke Papua untuk tradisi bakar batu. (r10)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*