Mengembangkan Karakter Peserta Didik Melalui Literasi Learning Management System

Bantul (22/11) Literasi adalah Kemampuan dan keterampilan individu dalam membaca, menulis, berbicara, menghitung dan memecahkan masalah pada tingkat keahlian tertentu yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari. Revolusi industri 4.0 bukan lagi memanfaat pengetahuan atau internet saja tetapi menuntut kita untuk terus berkreasi dan berinovasi agar tidak tertinggal dengan kemajuan zaman.

Banyaknya penggunaan internet di dunia dan Indonesia yang menjadi salah satu konsumen terbanyak dalam penggunaan internet di zaman digital ini membuat Indonesia harus memiliki literasi digital. Hal ini yang menjadi acuan Sako SPN melaksanakan kegiatan Silahturrahim Pembina Nasional (Silbinas) 2019.

Menginjak hari kedua ini Sako SPN  memberikan kembali materi yang menarik untuk para Pembina yang diberikan oleh Lukman Abdul Fatah selaku anggota Mabinas Sako SPN berupa literasi digital yang diharapkan dapat mempermudah  para Pembina mendapatkan media pembelajaran yang sesuai dengan zaman milenial saat ini yang kemudian akan diberikan kepeserta didik masing-masing.

Lukman menuturkan bahwa media pembelajaran ini hanya sebagai alat bantu pengajaran, selebihnya kita sendiri yang mengembangkan karakter peserta didik tersebut. Maka dari itu media ini nantinya akan dihubungan dengan Learning Management System (LMS) yang memang dirancang untuk mengubah cara pembelajaran  dan pengajaran serta menghilangkan kesenjangan dalam pembelajaran.

LMS akan menjadi aplikasi perangkat lunak untuk mengelola informasi seputar materi kepramukaan dalam penyelenggaraan SKU, Program Tahunan, Semester atau Triwulan serta sinkron padu dengan pengajar dan orang tua.

Media pembelajaran ini nantinya akan dibentuk tim tim dari Sako SPN yang akan  mengisi pusat literasi digital yaitu pondok karakter. Pondok ini adalah LSM yang materinya menuntun kita mendidik anak dalam karakter jujur, amanah, kerjasama yang baik, kompak, rukun, dan mujhid-mujhid.

“Pondok karakter sebagai platform e-learning yang diharapkan memampu mendorong siswa siswi untuk memiliki kemampuan literasi, kemampuan membaca teks, kemampuan matematika dan kemampuan bahasa untuk menjadi insan yang profesional” papar Lukman.

Diharapkan dari media pembelajaran berbasis e-learning ini membuat sistem pembelajaran jadi lebih menyenangkan, praktis, fleksibel dan nyaman sehingga meningkatkan motivasi belajar sehingga   nantinya akan menghasilkan peserta didik yang mampu menghadapi tantangan digital yang lebih lagi dan menjadi peserta didik profesional yang religius. (Tamy)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*