Silbinas 2019 Kampanyekan Gerakan Indonesia Bebas Sampah Plastik 2025

Bantul (22/11) –Ribuan peserta diarahkan ke pantai untuk melaksanakan kegiatan bersih pantai. Pada hari kedua ini,  Peserta membersihkan pesisir pantai dari sampah plastik, mengingat sampah plastik merupakan sampah yang lama untuk didaur ulang alam.

Bersih pantai dibagi menjadi dua sisi. Sisi timur dibersihkan oleh peserta pembina putri dan sisi barat dibersihkan oleh peserta pembina putra sehingga kegiatan bersih pantai dapat maksimal. Tidak hanya fokus pada sampah plastik, ranting kayu ataupun sampah lain yang mengganggu turut dibersihkan oleh peserta.

“Kegiatan bersih pantai ini mengedukasi 1.014 peserta dan akan menggaungkan Indonesia bebas sampah plastik 2025,” jelas Edwin Sumiroza selaku Pinsakonas SPN.

Edwin mengatakan, peserta Silbinas akan membawa gerakan bersih pantai tersebut ke Sakoda dan Sakocab masing-masing. Lebih jauh, orang yang juga menjabat ketua DPW LDII banten ini juga berharap bersih-bersih pantai dapat diikuti oleh ribuan generasi muda di seluruh Indonesia.

“Bersih sampah di sepanjang pantai Dewa Ruc juga untuk mengkampanyekan kita harus peduli terhadap sampah plastik,” ucapnya.

Selain itu, kegiatan bersih pantai juga dalam rangka mengaplikasikan dasa darma pertama yaitu Takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan dasa darma kedua yaitu cinta alam dan kasih sayang sesama manusia.

“Awalnya banyak sampah tapi sekarang sudah bersih. Di Makassar belum ada kegiatan pramuka, tetapi insya allah setelah acara ini kami akan mencanangkan Sakoda Sulawesi Selatan dan ikut mengkampanyekan Indonesia bebas sampah plastik 2025,” ucap Effi peserta Silbinas dari Sulawesi Selatan.

Silbinas 2019 dihadiri oleh 1.014 peserta yang terdiri dari 17 provinsi, 8 Sakoda diantaranya sudah resmi dan beberapa lainnya masih dalam proses peresmian. Silbinas adalah kegiatan Silaturahim dalam rangka menyeragamkan langkah-langkah gerakan pramuka dengan seragam di seluruh Indonesia yang akan akan menggunakan teknologi digital 4.0.

Lebih lanjut, Silbinas akan membangun literasi Pembina di seluruh Indonesia agar semakin professional dan gerakan pramukanya dapat diakses seragam di seluruh Indonesia terutama gudep-gudep yang masih dalam taraf pembangunan untuk menyiapkan Sakoda dan Sakocabnya masing-masing.

Kegiatan Silbinas yang sudah berjalan hari sebelumnya adalah bakti sosial. Seluruh peserta membawa baju barokah dan sudah terjual habis. Adapun hasil penjualannya diwujudkan sembako untuk masyarakat sekitar.

Kegiatan dihari kedua, selain bersih pantai peserta akan mengikuti kegiatan parenting di desa Piring. Peserta akan diberikan pengarahan bagaimana mengasuh anak di era digital. Silbinas akan ditutup esok hari, dengan kunjungan kebudayaan di kraton Ngayogyakarta.

“Semoga kegiatan ini bisa bermanfaat, barokah, membawa gerakan pramuka yang berkarakter,dan sukses menikmati bonus demograsi menuju Indonesia emas,” tutup Edwin. (Uyun)

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*